Just A Feeling

 Assalamu'alaikum, selamat hari Sabtu!

Nggak, nggak libur hari Sabtu. Dines sore setiap hari Sabtu lalu pagi pada hari Minggu. 


Jadi, pada akhrinya setelah kemaren maen-maen muter Surabaya, tetep aja pulang masih angnis. Tau nggak siih, biasa masalah cowok. Bangke bener si Mas, bisa-bisanya setelah pushing me aside dia nggak kerasa apa-apa. Kemaren akhirnya ku tanya deh. 


Are we okay?


Kenapa pertanyaannya nggak langsung menjurus, kamu kenapa? Ada apa sih? Nanti dulu. Memang sih dia menyadari dan bilang, kayaknya ada yang mau tanya ya ke aku kenapa aku berubah. 


wait, wait, sorry, did I start this story from the middle?


Pacar aku ini, si Kucing Hitam (mari kita sebut seperti itu), menjadi agak distant. Memang kita ini backstreet parah, karena yang pertama adalah kita satu tempat kerja. Lalu yang kedua, ya sepertinya dia masih belum bisa bilang ke Mentorku kalau dia lagi deket sama orang. Apakah saya bodoh? Iyaa, saya bodoh dan saya lagi menjalaninya. 


Balik lagi masalah distant, dia jadi kayak... jauh. Jauh banget. Telfon sekenanya, balas chat sekenanya. Something's off. Tapi kemaren karena emang lagi hectic banget kerjaannya, terus dia lagi capek jadi ya udahlah ya. I give him some space, jadi ya udah. 

Tapi semakin kesini, semakin bangsat. Semakin aku kok cuma dijadikan orang yang bisa ditelfon ketika dia ada di jalan, terus sampe kosan dia mematikan telfon. Sudah begitu aja. Nggak ada kabar, nggak ada lah apapun itu. Aku berusaha menjadi seperti dia yang dulu, jadi yang tanya kabar, tanya udah makan belum, mau makan nggak? Mau main bareng nggak?

Jawabannya pendek banget udah kayak dia takut kalo balesnya kepanjangan bakal kena charge tiap harusufnya, atau semua ajakan di tolak. Alasannya? Capek, mau tidur. 


Dia? Capek? Man, dia keluar sama temen-temennya enggak papa ya. Keluar sama aku capek. 


Jarak apa lagi sih yang kudunya dikasih ya? Aku nggak tahu. I've never been here before, ini pertama kalinya punya hubungan yang berusaha untuk settle. Sama orang-orang yang dulu, cuma deket, tapi di kejadian yang mirip seperti ini, ini adalah masa-masa dimana mereka akan menghilang, dan membuktikan sama aku kalo we're just friend, Tapi ini kan mas Kucing Hitam ya, agak kasar banget kalo dia tiba-tiba, sudah ya, kita sampai disini saja. 


Now playing : Tulus - Hati-Hati di Jalan


Inilah akibatnya kalau terlalu goblok sama cowok, udah berapa tweet yang ku dedikasikan buat dia? Yang akhirnya dianggep lucu sama temen-temen di twitter karena memang itu pure perasaan aku buat dia. Yang beneran deg-degan, beneran jatuh cinta, beneran deh pokoknya. Lalu ini terjadi? Baru tiga bulan, udah buyar aja. 


Itu semua adalah suara-suara di dalam kepalaku, dan aku nggak mau mendengarkan suara-suara itu. Aku peduli banget sama mas Kucing Hitam, aku orangnya over thinking seringnya. Lalu yang terjadi? Ya ini, aku nggak bisa percaya sama pikiranku sendiri. Aku yang pengennya kasih mas waktu, malah kontradiksi dengan suara mas bakalan ninggalin kamu, lihat aja, kamu bukan orang yang dia pengen. Yang dia pengen itu mentormu, bukan kamu. Aku yang pengennya kasih mas space, malalu lalu kotradiksi dengan suara mas memang nggak mau menyediakan waktu buat kamu, lihat aja, dia bisa tuh keluar sama temen-temennya, hang out, ngopi, tapi buat kamu? enggak ada. Enggak akan ada waktu buat kamu karena memang bukan kamu yang dia butuhkan. 

Lalu ujung-ujungnya jadi nangis sendiri, sakit sendiri. Lihat mata aku sekarang, bengkak. Apakah ini jawaban Allah SWT yang selalu aku doa, kalo emang bukan jodohku, jauhkan. Kayaknya doanya harus ditambah kali ya. Kalo memang bukan jodohku, jauhkan aku, terus aku tolong dibantu ikhlas aja. Dari awal emang udah ikhlas ya.

Komentar