Magister? Onkologi? Universitas Indonesia!

 Assalamu'alaikum. 


Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca, yang kalau ada sih, hari-hari kalian? Biasa aja? Iya, sama. 

Tapi, lihat judulnya blog ini. Iya, bener. 


I'm officially a graduate student of Oncology Nursing at... UNIVERSITAS INDONESIA. 


Kaget? Iya. Waktu itu, buka pengunguman di SIMAK UI, ketika kata-kata awalan yang muncul adalah Selamat, jantungku rasanya jatuh ke dasar perut. UI ini. Bukan UB, bukan UNAIR. Ini U freaking I. Ketika ngelihat pengunguman itu, langsung berbagai pikiran muncul. Ninggalin kerjaan, ninggalin Surabaya, ninggalin keluarga (yang mana jauh banget), daaan ninggalin temen-temen sama nggak ketinggalan, Mas Kucing Hitam. 

Lucunya adalah, orang yang pertama kali ku kasih kabar adalah Bu Manajer. Like, this is happen when you ask me to do something, now you reap what you sow ya Bu. Langsung beliau telfon ke ruangan dan bilang, "Aku harus sedih atau harus seneng?". Sukses deh Bu. 


Jadi, singkat cerita yang sangat-amat-hectic, masuk ke websites universitas, isi ini itu, dan segala macem, akhirnya disinilah aku dan temanku, namanya mbak Sicha, tidur di salah satu cabang rumah sakit kita di Depok selama OSPEK di UI. PSFIK ding namanya kalo disini. Lalu berjuang untuk menjadi salah satu mahasiswa S2. Gila. GILA GILAAAA. 


Oke, ini random banget tapi barusan, tekel (apa sih bahasa indonesianya) kamar kita tiba-tiba melengkung dan patah. Apa banget. 


Oh, dan iya, itu ya ada Mas Kucing Hitam. Terakhir kayaknya postinganku galau banget buat si MKH itu. Jadi, terakhir kali akhirnya aku sudah menanamkan keyakinan, udah ikhlas ikhlas aja apa yang akan terjadi. Whatever happen. Meskipun nanti kalau buyar pasti sedih dulu, tapi nggak papa. Harus ikhlas, harus ya udahlah. Kalau Mas mau dateng, kesini. Kalau udah, sana pergi. The day when he said that, "Jadi apa aku harus membiarkan masalahku sendiri supaya kamu nggak sedih?" I'm letting him go. Udah punya prinsip gitu. 


Eh, sekarang kok makin deket. Jauh ding, soalnya hubungan jarak jauh. Kesian si MKH jadi bulan-bulanan di tempat kerja soalnya setiap ketemu orang dia akan ditanya, "Waduh, kasian deh LDR." Ya maunya ku masukin koper, tapi enggak cukup gimana dong. 


Jadiii sekian segitu dulu ya nulisnya, besok lagi kalo ada waktu. Aku harus berhenti supaya bisa matiin lampu, kasian mbak Sicha nggak bisa tidur. 


Wassalamu'alaikum. 

Komentar